Minggu, 04 September 2016

[Book Review] Girls In The Dark - Akiyoshi Rikako


Judul: Girls In The Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal:  279 Halaman
ISBN: 978-602-7742-31-4
Sinopsis: Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis canti berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi ......

***

Penasaran nggak sih baca sinopsisnya yang seperti itu?. Kalau kamu juga penasaran maka kita sama. Buku ini adalah hadiah dari mas Andry sendiri (penerjemah sekaligus tim penerbit haru), yang waktu itu bagi-bagi buku buat BBI Jogja. Asyik dapet gratisan deh *ups. Bisa dibilang buku ini adalah buku pertama dari penerbit haru yang saya miliki. Sebelumnya nggak pernah beli bukunya haru, hiks. Awalnya lihat buku ini berasa horror, saya agak takut-takut buat baca. Maklum saya paling males baca genre horror. Tapi akhirnya saya beranikan diri juga buat baca buku ini. 

Jadi, buku ini menceritakan tentang misteri kematian ketua klub sastra di sebuah sekolah khusus perempuan bernama Shiraishi Itsumi. Itsumi adalah putri dari donatur utama sekolah. Membuat ia menjadi terkenal di seantero sekolah. Tapi tidak hanya itu yang membuat ia terkenal, kecantikan dan wibawa yang dimilikinyalah yang membuat ia semakin terkenal. Itsumi memiliki seorang sahabat karib yang juga satu sekolah dengannya yaitu Sumikawa Sayuri. Itsumi dan Sayuri terkenal sebagai sepasang sahabat yang saling melengkapi. Dimana ada Itsumi disitu ada Sayuri.

Itsumi menggagas pendirian kembali klub sastra di sekolahnya. Dulu klub ini masih ada tapi karena kekurangan peminat maka dibubarkan. Dan Itsumi ingin membangunnya kembali sebagai karena ia sendiri juga menyukai sastra. Akhirnya klub sastra dibuka kembali dengan Itsumi sebagai ketua klub dan Sayuri sebagai wakilnya. Klub sastra ini bisa dibilang eksklusif karena hanya beranggotakan delapan orang termasuk Itsumi. Dan semua anggota dipilih langsung oleh Itsumi. Mereka menempati sebuah Salon (semacam ruangan tempat berkumpul) yang diberikan oleh Ayah Itsumi dengan fasilitas super lengkap dan koleksi buku yang luar biasa. 

Kegiatan klub sastra dan sekolah berjalan seperti biasa sampai terjadi sesuatu yang menggemparkan. Itsumi ditemukan meninggal di sebuah teras di area sekolah dengan setangkai bunga lily di genggamannya. Belum bisa dipastikan apakah Itsumi bunuh diri atau dibunuh. Semuanya menjadi misteri. Seminggu setelah kematian Itsumi klub sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka. Masing-masing angggota membuat sebuah cerpen untuk mengenang Itsumi. Tapi tanpa diduga cerpen yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh Itsumi sebenarnya. Masing-masing dari mereka menjadikan bahwa salah satu dari mereka adalah pembunuh Itsumi. Tapi benarkah pembunuh ada di antara mereka?

Analisis mereka cukup menegangkan dan membuat saya penasaran. Saya jadi tidak sabar menyelesaikan buku ini. Terus.....siapa sebenarnya yang membunuh Itsumi? Terjawabkah?. Sepertinya kalian harus membacanya sendiri.

Buku ini cukup menghibur, apalagi buat yang suka cerita misteri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar